Muharoman IV Desa Pamijen, Sokaraja Tahun 2018

0
395
muharoman

PEMBUBARAN PANITIA MUHAROMAN 4

Lihat juga videonya PROSESI DOA BERSAMA OLEH NASRANI, KEJAWEN DAN ISLAM MUHAROMAN IV & ARAK-ARAKAN SEDEKAH BUMI MUHAROMAN IV

Terimakasih kpd warga desa Pamijen dan semua pihak yg ikut andil dlm bentuk apapun pada kegiatan “Muharroman 4 Th 2018”. Dan khusus kpd segenap panitia kami (Pemdes Pamijen) sangat berterimakasih dan merasa bangga dgn Anda yg telah bekerja dgn baik.

Soal “Hasil” adalah urusan TUHAN tugas kita berusaha berbuat sebaik mungkin, maka terlepas dr semua “hasil kerja” panitia terbukti bagaimana Anda Panitia bekerja dgn Tenang, aman dan damai mewujudkankeharmonisan dlm tubuh panitia…

Dikirim oleh Subhan Ahmed Scooter pada Sabtu, 13 Oktober 2018

Sy melihat dr awal panitia selalu tenang bisa saling mengisi tidak mempermasalahkan pekerjaan siapa tp lebih dominan siapa yg merasa bisa tdk perduli tanggung jawab siapa maka Anda kerjakan saja sebaik-baiknya dan tdk jg jd masalah bagi yg lainnya.
Disini jelas terlihat “antara memberi dan menerima sama indahnya”. Sebuah Tim yg Harmonis… Bisa tetap saling menghargai satu sama lain.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita bahwa dasar kegiatan MUHARROMAN/SURAAN adalah komitmen bersama warga desa Pamijenyg diwakili para ketua RT/RW, Lembaga2 Desa, Ormas2 Desa, Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Desa pada Hari Selasa Kliwon tgl 28 Oktober 2014, melalui acara SURAAN yg waktu itu kita hanya menggelar Tumpengan dan Doa bersama di Pendopo Soemardjo Desa Pamijen.
Dari Situ terjadi jejak Pendapat yg kemudian sepakat untuk mengadakan SURAAN/MUHARROMAN tiap tahun untuk ikut melestarikan budaya bangsa, membangun dan melestarikan kembali sifat Gotong royong yg sudah banyak terkikis.

Kegiatan Muharroman banyak menyedot Materi bahkan tenaga dan Pikiran seolah sesuatu yg sia-sia karena yg dibangun bukan fisik tp sesuatu yg tdk tampak yaitu membangun Moral membangun Rasa. Rasa harga menghargai, hormat menghormati, kebersamaan dan berimbas pada keharmonisan dalam bermasyarakat di Pamijen.

Dulu Warga Pamijen terpetak petak, berkelompok kelompok yg gampang tercerai beraikan hanya dengan masalah masalah kecil. Ini adalah salah satu bukti bahwa melestarikan budaya bangsa warisan Leluhur adalah jati diri kita. Kita bisa menjaga mengasah rasa saling harga menghargai karena “pertikaian” selalu dimulai dr rasa tidak menghargai dan “perdamaian” selalu dimulai dari rasa Menghargai.

Untuk sebuah Perdamaian, sikap harga menghargai dlm bermasyarakat bisakah dinilai dgn materi..?

Rasa nyaman bisakah didapatkan hanya dengan membangun fisik dan materi…? (14/10/2018)

BAGIKAN
Artikulli paraprakMemory Muharoman III Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja
Ayah dari dua orang anak perempuan yaitu Bilqis dan Nana dengan satu orang istri Eka Panggilannya. Bekerja di Pemerintah Desa Pamijen semenjak 22 September 2002 sebagai Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan dan menjabat sebagai Sekretaris Desa semenjak 22 September 2016 sampai dengan sekarang. "Maka seperti air, hidup mengalir, tidak berhenti juga tidak memburu……"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini